Tingkatkan Daya Saing Lulusan, SMK Al-Muhtadin Sukses Gelar Uji Sertifikasi LSP P1 2026
Kegiatan Uji Sertifikasi LSP P1 SMK Al-Muhtadin Tahun Pelajaran 2025/2026
SMK Al-Muhtadin kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu lulusan melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 15 April 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dari dua program keahlian, yaitu Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).
Uji sertifikasi ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Berdasarkan kajian dalam bidang pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi terbukti mampu meningkatkan daya saing lulusan karena memberikan pengakuan resmi terhadap keterampilan yang dimiliki sesuai standar industri. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu strategi sekolah dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan kompetensi peserta didik.
Sebanyak 331 siswa mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari 183 asesi program keahlian TJKT dan 148 asesi dari program keahlian MPLB. Adapun skema sertifikasi yang diujikan meliputi Skema Okupasi Junior Technical Support untuk siswa TJKT dan Skema Okupasi Office Administrative untuk siswa MPLB. Seluruh rangkaian asesmen dilaksanakan oleh asesor kompeten yang telah tersertifikasi, dengan mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Setelah melalui proses asesmen yang komprehensif, hasil uji kompetensi ditetapkan melalui rapat pleno tim LSP P1 SMK Al-Muhtadin pada Sabtu, 18 April 2026. Untuk skema Okupasi Junior Technical Support, dari total 183 asesi, sebanyak 173 siswa dinyatakan Kompeten (K) dan 10 siswa dinyatakan Belum Kompeten (BK). Sementara itu, untuk skema Okupasi Office Administrative, dari 148 asesi, sebanyak 141 siswa dinyatakan Kompeten (K) dan 7 siswa dinyatakan Belum Kompeten (BK).
Hasil ini menunjukkan tingkat kelulusan yang tinggi, sekaligus menjadi indikator bahwa sebagian besar siswa telah menguasai kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Meski demikian, bagi siswa yang masih berstatus Belum Kompeten, sekolah akan memberikan tindak lanjut berupa pembinaan dan kesempatan uji ulang sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas berkelanjutan.
Pelaksanaan uji sertifikasi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan siswa, tetapi juga sebagai bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan adanya sertifikasi kompetensi ini, diharapkan lulusan SMK Al-Muhtadin mampu bersaing secara profesional dan adaptif di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, SMK Al-Muhtadin terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
